Tanpa terasa tetesan air mata terus mengalir membasahi pipi Aila, gadis yang baru berusia 18 tahun ini terus menangis hamper saban hari. Dia terus merasa tersiksa atas keinginan keluarganya untuk menjodohkan dia dengan lelaki pilihan kelurga.
“Kamu harus kawin dengan Aldi, dia pemuda yang baik, keturunan dia juga orang baik-baik seperti kita, mereka keturunan Saed” desak mamak Aila
Aldi adalah pemuda yang ingin di jodohkan dengan Aila, keluarga Aila ingin dia kawin sesama keturunan Saed, mereka tidak akan pernah merestui kalau Aila kawin dengan orang yang bukan keturunan Saed.
Aila terus terdiam seribu bahasa mendengar desakan mamaknya supaya dia kawin sama Aldi. Dia merasa bersalah sama pacarnya kalau dia mau di jodohin sama pemuda yang lain karena mereka sudah berpacaran hampir 7 tahun, tetapi Diki pacarnya Aila bukan berasal dari keluarga Saed makanya keluarga Aila tidak mensetujui hubungan mereka.
“saya ngak mau di jodoh-jodohin mak, saya mau cari pilihan sendiri” tiba-tiba Aila menjawab dengan nada sedih sambil air mata bercucuran membasahi pipinya.
“yang mana yang kamu cari? Si Diki pemuda yang pengangguran itu?dia mau kasih makan apa kalau kalian kawin? Pekerjaan ngak ada, sekolah cuma tamatan SMA, lagian dia bukan keluarga Saed, kamu ngak boleh kawin sama dia, kamu mamak jodohin dengan Aldi, dia seorang sarjana ekonomi, dia sudah jelas pekerjaannya, kamu akan senang kalau kawin sama dia, dia juga ketrunan Saed Aila. Tutur mamaknya dengan nada memaksa kehendak.
Mendengar tuturan mamaknya, Aila terus menangis. Tiada seorang keluarga pun yang mau menyetujui hubungan dia dengan Diki. Aila terus berusaha menutupinya sama Diki tentang tidak setuju keluarganya. Dari ruang tamu Aila berlari masuk ke dalam kamar.
”ya Allah, mengapa nasibku begini, mangapa keluarga aku tidak pernah mengerti perasaan aku, mengapa mereka semua pada egois?padahal aku sangat mencintai Diki, ya Allah, aku harus bagaimana menjalani semua ini, tunjukin jalan keluar untuk hamba-Mu yang malang ini. Aku ngak tahan ya Allah. Lebih baik aku mati dari pada aku harus hidup tersiksa batin terus-menerus”Aila terus mengeluh sendiri di kamar.
Tiba-tiba ponsel berbunyi, ada satu pesan dari namanya My Love, itu nama Diki yang di simpan di HP nya.
”hai princess, lgi paen ja ne? Ab kangen ne ma yayang. Udah makan blom?klo blom makan lu sna ya biar yayang ngk sakit” bunyi sms dari Diki.
Aila membaca sms dari Diki sambil mengelus hatinya yang tidak tega meninggalkannya. Mereka sama-sama sangat mencintai, di mata Aila Diki adalah pemuda yang baik yang pernah ia kenal, dia sangat perhatian sama Aila, apabila Aila sakit sedikit aja Diki langsung membawa Aila ke rumah sakit. Memang Diki berasal dari keluarga kurang mampu, keluarganya hancur, orang tua Diki broken home. Tetapi Diki mempunyai hati yang lembut dan tidak egois.
Aila langsung menaruk hp kembali di dekat tempat tidur tanpa membalasnya, dia makin sedih sesudah membaca sms itu. Akhirnya sambil menangis di tempat tidut Aila tertidur pulas dengan memeluk bantal guling.
Senin, 05 Oktober 2009
Kamis, 01 Oktober 2009
PEU INGAT
sebelumnya saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan anggota dewan terhormat yang baru periode 2009-2014.
inilah sejarah di Aceh anggota DPRA di domisili oleh partai lokal.semoga dengan di lantiknya anggota dewan baru membawa perubahan baru bagi Aceh tercinta.
wahai pak dewan yang terhormat tolong penuhi janji anda semasa kampanye, jangan sampai janji anda menjadi angin surga bagi rakyat aceh, tapi tolong beri bukti jangan cuma berjanji. buka mata dan teliga anda jangan sampai rakyat menjerit anda tidak peduli, tempat tinggal anda dan apapun yang anda pakek selama bertugas itu milik rakyat. perbanyaklah mendengar dari pada berbicara, mendengar itu lebih baik dari pada berbicara tanpa bukti.
inilah sejarah di Aceh anggota DPRA di domisili oleh partai lokal.semoga dengan di lantiknya anggota dewan baru membawa perubahan baru bagi Aceh tercinta.
wahai pak dewan yang terhormat tolong penuhi janji anda semasa kampanye, jangan sampai janji anda menjadi angin surga bagi rakyat aceh, tapi tolong beri bukti jangan cuma berjanji. buka mata dan teliga anda jangan sampai rakyat menjerit anda tidak peduli, tempat tinggal anda dan apapun yang anda pakek selama bertugas itu milik rakyat. perbanyaklah mendengar dari pada berbicara, mendengar itu lebih baik dari pada berbicara tanpa bukti.
Minggu, 27 September 2009
HABA LHEUH UROE RAYA
Tanpa terasa uroe raya udah berlalu, tapi masih banyak orang yang ingin bermain ke tempat2 wisata,,enak donk maen2 pa ge ma keluarga. klo di daerah sigli orang banyak maen2 ke tangse dan keumala, tapi ada juga lho yang maen2 ke guha tujoh, tahu ngak guha tujoh tu dmn? memang masih banyak orang yang belum mengetahui keberadaan guha tujoh. guha tujoh tu terletak antara kecamatan batee dan muara tiga laweung,,klo kita mau ke guha tujoh bisa lewat kecamatan batee paling ujung terdapat desa kulee, ya dari desa kulee kita harus melewati gunung kira2 4 kiloan. jalannya udah mulus ne cuma kira2 500 m lagi dari guha tujoh yang belum di aspal. di guha tujoh banyak terdapat peninggalan kuno seperti ranjang, tapi kita harus masuk ke dalam guha, takut? tenang ja ada yang bawa kita untuk menunjuk kan jalannya tapi kita harus bayar donk...
Sabtu, 26 September 2009
LEMAHNYA SKPA KITA
hai friends,,tahu ngak sich klo SKPA kita lemah dan loyo,,soalnya daya serap APBA kita tahun ne baru 20%(serambi 26/9/2009). padahal dah akhir tahun ne,, kox masi segitu ya daya serap APBA kita? padahal rakyat banyak yang miskin tapi uang yang dah di kasih ngk tahu mau di apain.. tu lah pemimpin yang tidak punya konsep dalam memimpin, ngak mau buat apa. makanya bos klo mw jadi kepala dinas siapin lu visi-misi ke depan,, ne kan sayang uang dah di kasih ngk tahu buat apa. kita maklum ja kaleeee,,apa mungkin mereka sibuk dengan yang lain ya?ah,,ngak mungkin juga tu,,ya kita berharap pada pak Gubernur semoga kadis yang ngak mampu memimpin agar cepat2 di ganti biar ngak tersendat pembangunan di daerah kita...
Kamis, 10 September 2009
GOSPUS (GOSIP DI KAMPUS)

Capek dech mikirin kawan2 ngk suka urus urusan orang lain, tahunya cuma gosip buat orang ja. padahal apa yang mereka tuduh sama sekali ngk benar, kawan kox di bilang pacar? gmn ne klo ketahuan ma pacar dia?kan jadi hancur..hancur...haaaaatinya..makanya bro, klo mw ngosipin orang cek dulu kebenarannya, jangan asal ceplas-ceplos ja, ya jadi begini ne akhirnya...hidup ne santai kaleeeeeeeee seperti air yang mengalir, kan tenang tapi tidak menghanyutkan lho. CINTA, SAHABAT dan HOBI susah kita atur, salah2 ngaturnya eh jadi berantakan, emang sih klo cinta buat kita jadi ada yang perhatiin dan bisa menjadi motivasi buat kita, tapi jangan salah lho,,cinta itu juga bisa menghancurkan HOBI dan PERSAHABATAN kita, ngk percaya? liat dan buktikan ja sendiri?
Sabtu, 15 Agustus 2009
ADA APA DENGAN PENDIDIKAN DI ACEH?
Sedih rasanya mendengar berita tentang dunia pendidikan di Aceh, semakin banyak anggaran untuk pendidikan semakin buruk pula pendidikan di Serambi Mekah ini, ada apa dibalik semua ini?
Mari kita lihat berita di serambi Indonesia (01/08/2009) unsyiah terima 1.683 mahasiswa, skor Aceh di bawah Papua dan Maluku. Padahal tahun 2009 ini siswa yang lulus UN mencapai 90 persen, meningkat dari tahun-tahun yang lalu. Ternyata yang lulus di unsyiah cuma 33,3 persen.
Kita harus mempertanyakan ini kepada pemimpin kita, kenapa mutu pendidikan kita terus merosot? Setiap kali waktu UN mau di mulai, pejabat-pejabat pemerintahan mulai mengatur strategi, bukan untuk bagaimana siswa bisa lulus dengan nilai murni tetapi bagaimana siswa bisa lulus UN dengan nilai apapun. Semua di persiapkan untuk menyambut UN, sampai-sampai satpam pun menjadi senjata ampuh untuk bisa menolong siswa supaya lulus UN. Akhirnya apa yang terjadi dengan pendidikan kita?
Penjabat kita masih suka mempertahankan ego demi jabatan yang di embannya dari pada harus menanggung malu gara-gara nilai UN ajlok. Kalau kita lihat di Negara lain, apabila pejabat yang bertugas di suatu bidang tidak bisa membuat lebih baik atau tidak sanggup, mereka langsung mengundurkan diri dari jabatan. Tapi bagaimana dengan pejabat di daerah kita? Apakah masih tetap mempertahankan ego demi jabatan? Kalau ya berarti pejabat kita telah hilang rasa malu, jabatan di pandang untuk mencari kesenangan saja untuk diri sendiri dan keluarganya.
Butuh kualitas bukan kuantitas
Dunai pendidikan di Aceh harus bisa mencetak siswa-siswa yang mempunyai kualitas demi kemajuan daerah. Jangan sampai kualitas di tinggalkan demi kepentinggan para pemimpin untuk mempertahankan jabatannya.
Dunia pendidikan merupakan sektor terpenting dalam pembangunan suatu daerah, karena kunci kemajuan tersebut sangat tergantung dari sejauh mana pendidikan itu diperhatikan. Demikian pula halnya dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang kini mendapatkan perhatian yang cukup banyak dari berbagai pihak pasca musibah tsunami 26 Desember 2004 dan perjanjian damai Helsingki 15 Agustus 2005.
Yang lebih utama adalah kualitas para guru, dengan banyaknya bantuan dari Negara-negara donor maka guru-guru harus benar-benar di latih baik cara mengajar maupun penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak bagi kemajuan pendidikan. Maka oleh sebab itu guru harus terlebih dahulu di sejahterakan. Apabila guru tidak sejahtera maka jangan harap pendidikan kita akan lebih baik. Yang sangat kita sayangkan sampai sekarang masih banyak hak-hak guru yang tertahan.
Kualitas siswa sangat tergantung pada kualitas pendidik, apabila pendidik tidak bisa mendidik atau kualitasnya rendah maka kualitas siswa akan rendah juga. Sperti pepatah bilang “kalau guru kencing sambil berdiri maka murid akan kencing sambil berlari” begitu juga dengan dunia pendidikan, apabila kualitas guru rendah maka jangan harap kualitas murid bisa tinggi.
Mari kita lihat berita di serambi Indonesia (01/08/2009) unsyiah terima 1.683 mahasiswa, skor Aceh di bawah Papua dan Maluku. Padahal tahun 2009 ini siswa yang lulus UN mencapai 90 persen, meningkat dari tahun-tahun yang lalu. Ternyata yang lulus di unsyiah cuma 33,3 persen.
Kita harus mempertanyakan ini kepada pemimpin kita, kenapa mutu pendidikan kita terus merosot? Setiap kali waktu UN mau di mulai, pejabat-pejabat pemerintahan mulai mengatur strategi, bukan untuk bagaimana siswa bisa lulus dengan nilai murni tetapi bagaimana siswa bisa lulus UN dengan nilai apapun. Semua di persiapkan untuk menyambut UN, sampai-sampai satpam pun menjadi senjata ampuh untuk bisa menolong siswa supaya lulus UN. Akhirnya apa yang terjadi dengan pendidikan kita?
Penjabat kita masih suka mempertahankan ego demi jabatan yang di embannya dari pada harus menanggung malu gara-gara nilai UN ajlok. Kalau kita lihat di Negara lain, apabila pejabat yang bertugas di suatu bidang tidak bisa membuat lebih baik atau tidak sanggup, mereka langsung mengundurkan diri dari jabatan. Tapi bagaimana dengan pejabat di daerah kita? Apakah masih tetap mempertahankan ego demi jabatan? Kalau ya berarti pejabat kita telah hilang rasa malu, jabatan di pandang untuk mencari kesenangan saja untuk diri sendiri dan keluarganya.
Butuh kualitas bukan kuantitas
Dunai pendidikan di Aceh harus bisa mencetak siswa-siswa yang mempunyai kualitas demi kemajuan daerah. Jangan sampai kualitas di tinggalkan demi kepentinggan para pemimpin untuk mempertahankan jabatannya.
Dunia pendidikan merupakan sektor terpenting dalam pembangunan suatu daerah, karena kunci kemajuan tersebut sangat tergantung dari sejauh mana pendidikan itu diperhatikan. Demikian pula halnya dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang kini mendapatkan perhatian yang cukup banyak dari berbagai pihak pasca musibah tsunami 26 Desember 2004 dan perjanjian damai Helsingki 15 Agustus 2005.
Yang lebih utama adalah kualitas para guru, dengan banyaknya bantuan dari Negara-negara donor maka guru-guru harus benar-benar di latih baik cara mengajar maupun penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak bagi kemajuan pendidikan. Maka oleh sebab itu guru harus terlebih dahulu di sejahterakan. Apabila guru tidak sejahtera maka jangan harap pendidikan kita akan lebih baik. Yang sangat kita sayangkan sampai sekarang masih banyak hak-hak guru yang tertahan.
Kualitas siswa sangat tergantung pada kualitas pendidik, apabila pendidik tidak bisa mendidik atau kualitasnya rendah maka kualitas siswa akan rendah juga. Sperti pepatah bilang “kalau guru kencing sambil berdiri maka murid akan kencing sambil berlari” begitu juga dengan dunia pendidikan, apabila kualitas guru rendah maka jangan harap kualitas murid bisa tinggi.
Rabu, 12 Agustus 2009
KEGELISAHAN PENDIDIKAN KITA
“Tekat bulat melahirkan perbuatan nyata, Darussalam menuju Pelaksanaan cita-cita”. Kalimat yang terpajang di prasasti tugu darussalam tanggal 2 september 1959 yang di gurat tangan Presiden Soekarno ini menandakan sejarah perjuangan rakyat keluar dari Darul Harb ke darussalam (dari negeri perang ke negeri damai). Di kawasan darussalam berdiri gagah dua pabrik ilmu, Universitas Syiah kuala (Unsyiah) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry yang dijuluki sebagai “Jantung Hati Rakyat Aceh”.
Ketika para sarjana memadati berbagai bursa kerja, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Fenomena itulah yang membuat mahasiswa gelisah, setelah mengambil ijazah harus di bawa kemana? Perguruan tinggi sekarang cendrung memprostitusikan kampus dari pada menginstitusikannya. Perguruan tinggi setiap tahun lebih banyak mencetak pengangguran dari pada mencetak intelek yang berkualitas dan profesional.
Di era globalisasi mahasiswa dituntut untuk bisa bersaing dalam semua hal, terutama dalam hal teknologi yang berkembang begitu pesat. Kemajuan teknologi telah merasut dalam kehidupan kita sekarang ini. Dengan teknologi kita di tuntut untuk bisa cepat tanggap dalam semua hal, baik dalam persaingan pasar kerja maupun dalam pendidikan.
Menakar ulang pendidikan Aceh 49 tahun lalu, para pemimpin ulama, umara, militer, sipil, kaya, miskin berhimpun dalam satu cita. Aceh harus bangkit membangun masa depannya. Bertekat menghapus kebodohan, menghilangkan sengketa, dan menghidupkan syiar ilmu pengetahuan adalah cita-cita bersama rakyat setelah sekian puluh tahun terjerat perang dan konflik.
Tetapi kenyataannya sekarang pendidikan di Aceh telah surut, jauh tertinggal dari provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Sungguh memalukan, di waktu Aceh di banjiri dengan dana malah pendidikan jadi amburadul, siapa yang harus kita persalahkan?pemerintah atau kita semua?pendidikan merupakan tanda kemajuan suatu daerah atau negara, apabila pendidikan maju maka daerah atau negara turut maju.
Perguruan tinggi tidak memperdulikan lagi pendidikan bagi mahasiswanya terbukti banyak dosen yang malas mengajar karena kesibukan diluar, mahasiswa di telantarkan begitu saja. Apa yang akan mahasiswa dapatkan di perguruan tinggi kalau dosen sering bolos mengajar? Sebenarnya universitas harus kita jadikan instrumen stimulasi pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. Maju mundurnya suatu negara tergantung tingkat pendidikan yang kita peroleh.
Dunia dapat belajar dari peradaban China dan India, mulai dari sastra hingga filsafat, dari pengobatan tradisional hingga strategi berpikir. India mengadopsi pendidikan Inggris, dengan membuka sekolah ala Barat. Kini India memiliki 1.350 kampus teknik, tiap tahun kampus memproduksi 280.000 insinyur ahli informasi dan teknologi. India melaju sebagai raksasa ekonomi yang diperhitungkan dunia.
Perubahan dahsyat juga dilakukan di China yang terus mengembangkan universitas kelas dunia. Sejak Deng Xiaoping mengizinkan warganya belajar di Barat tahun 1978, China terus mengirimkan pelajar terbaik demi menempuh pendidikan terbaik, terutama program doktoral. Kemajuan teknologi memengaruhi kampus-kampus di China terutama Peking University dan Tsinghua University di Beijing serta Fudan University dan Shanghai Jiatong University di Shanghai. Bagaimana dengan Indonesia? Kampus paling prestisius di Indonesia selalu menduduki peringkat bawah universitas-universitas di Asia.
Ketika para sarjana memadati berbagai bursa kerja, iklan-iklan penerimaan mahasiswa baru juga nyaris memenuhi halaman-halaman surat kabar. Fenomena itulah yang membuat mahasiswa gelisah, setelah mengambil ijazah harus di bawa kemana? Perguruan tinggi sekarang cendrung memprostitusikan kampus dari pada menginstitusikannya. Perguruan tinggi setiap tahun lebih banyak mencetak pengangguran dari pada mencetak intelek yang berkualitas dan profesional.
Di era globalisasi mahasiswa dituntut untuk bisa bersaing dalam semua hal, terutama dalam hal teknologi yang berkembang begitu pesat. Kemajuan teknologi telah merasut dalam kehidupan kita sekarang ini. Dengan teknologi kita di tuntut untuk bisa cepat tanggap dalam semua hal, baik dalam persaingan pasar kerja maupun dalam pendidikan.
Menakar ulang pendidikan Aceh 49 tahun lalu, para pemimpin ulama, umara, militer, sipil, kaya, miskin berhimpun dalam satu cita. Aceh harus bangkit membangun masa depannya. Bertekat menghapus kebodohan, menghilangkan sengketa, dan menghidupkan syiar ilmu pengetahuan adalah cita-cita bersama rakyat setelah sekian puluh tahun terjerat perang dan konflik.
Tetapi kenyataannya sekarang pendidikan di Aceh telah surut, jauh tertinggal dari provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia. Sungguh memalukan, di waktu Aceh di banjiri dengan dana malah pendidikan jadi amburadul, siapa yang harus kita persalahkan?pemerintah atau kita semua?pendidikan merupakan tanda kemajuan suatu daerah atau negara, apabila pendidikan maju maka daerah atau negara turut maju.
Perguruan tinggi tidak memperdulikan lagi pendidikan bagi mahasiswanya terbukti banyak dosen yang malas mengajar karena kesibukan diluar, mahasiswa di telantarkan begitu saja. Apa yang akan mahasiswa dapatkan di perguruan tinggi kalau dosen sering bolos mengajar? Sebenarnya universitas harus kita jadikan instrumen stimulasi pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara. Maju mundurnya suatu negara tergantung tingkat pendidikan yang kita peroleh.
Dunia dapat belajar dari peradaban China dan India, mulai dari sastra hingga filsafat, dari pengobatan tradisional hingga strategi berpikir. India mengadopsi pendidikan Inggris, dengan membuka sekolah ala Barat. Kini India memiliki 1.350 kampus teknik, tiap tahun kampus memproduksi 280.000 insinyur ahli informasi dan teknologi. India melaju sebagai raksasa ekonomi yang diperhitungkan dunia.
Perubahan dahsyat juga dilakukan di China yang terus mengembangkan universitas kelas dunia. Sejak Deng Xiaoping mengizinkan warganya belajar di Barat tahun 1978, China terus mengirimkan pelajar terbaik demi menempuh pendidikan terbaik, terutama program doktoral. Kemajuan teknologi memengaruhi kampus-kampus di China terutama Peking University dan Tsinghua University di Beijing serta Fudan University dan Shanghai Jiatong University di Shanghai. Bagaimana dengan Indonesia? Kampus paling prestisius di Indonesia selalu menduduki peringkat bawah universitas-universitas di Asia.
Langganan:
Entri (Atom)

